200 Bundo Kanduang dari 50 Negara Bakal Hadiri Kongres Bundo Kanduang di Tanah Datar

 


KaToLNT - Lebih dari 200 orang Bundo Kanduang Minangkabau dari 50 negara di Dunia bakal ke Kabupaten Tanah Datar gelar Kongres Bundo Kanduang se-Dunia ke-II di Istano Basa Pagaruyung.

Hal itu dikatakan Bupati Eka Putra, SE, MM ketika virtual meeting dengan Minang Diaspora Network Global (MDNG) Kamis sore di Gedung Indo Jolito Batusangkar, (01/06).

Virtual meeting tersebut diikuti Bundo Enny dari Kota Walsh Colorado Amerika Serikat, Bundo Ratna BKLN dari Melbourne Australia, Bundo Piet dari Florida, Bundo Rosnelly, Sekretaris Bundo Kanduang Pusat dan Provinsi Sumatera Barat bersama OPD terkait di lingkungan Pemkab Tanah Datar.

Bupati Eka Putra menyampaikan, akan dilaksanakan agenda besar daerah Desember mendatang yakni Festival Pesona Minangkabau yang sudah masuk Kharisma Event Nusantara (KEN) dan itu juga bakal dihadiri Menteri Pariwisata RI Sandiaga Uno dan MDNG dari 50 negara di berbagai belahan dunia.

“Festival Pesona Minangkabau puncak event anak nagari di Tanah Datar direncanakan dibuka langsung Menparekraf RI Sandiaga Uno dan juga bakal dihadiri Bundo Kanduang se-Dunia. Saat itu berbagai kesenian tradisional anak nagari akan ditampilkan, seperti tari kolosal selawat dulang dari Nagari Saruaso buah karya Wali Nagari setempat,” kata Eka Putra.

Bupati mengungkapkan, Pemerintah berupaya mengangkat tradisi lama adat istiadat, kuliner, seni tradisional dan berbagai keunikan setiap nagari yang ada di Tanah Datar dan itu juga tidak sama setiap nagari tersebut.

"Upaya ini untuk melestarikan, menjaga dan memperkenalkan kepada dunia bahwa Minangkabau Sumatera Barat terkhusus Tanah Datar Luhak Nan Tuo kaya akan potensi budaya dan bisa mendatangkan turis ke Tanah Datar," tukasnya.

Bundo Ratna Wijaya Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (BKLN) dari Melbourne Australia asal Padang Japang Payakumbuh, sampaikan sangat tertarik dengan Tanah Datar sebagai pusat adat dan kebudayaan serta kerterbukaan Pemerintah Daerah dengan berbagai hal.

“Saya sangat tertarik dan bergabung dengan organisasi Bundo Kanduang, saya ingin Bundo Kanduang ini tidak hanya dikenal di Minangkabau saja ataupun di Indonesia namun diseluruh Dunia, dari itu BKLN ingin mengangkatnya, apa yang Bundo Kanduang, apo yang adat istiadat itu dan apo yang Minangkabau itu,” sampainya.

Bundo Piet dari Florida asal Kota Bukittinggi yang semasa mudanya atlet basket dan juga atlet lari sprint Sumatera Barat ini juga tertarik dengan organisasi Bundo Kanduang, karena Ibunya juga termasuk pionir Bundo Kanduang Sumatera Barat pada masanya.

“Saya sangat tertarik dengan program-program Bupati Tanah Datar seperti program unggulannya Pak Eka Putra ini, yang mengangkat kembali budaya-budaya lama, “mambangkik nan lah lamo”, tradisi zaman dahulu dihidupkan kembali, dan itu sangat menarik sekali dan kami dari luar negeri bakal datang nanti ke Tanah Datar,” ujarnya.

Bundo Enny dari Walsh Colorado asal Jorong Limo Nagari Sungayang yang juga ada pertalian dengan kerajaan Pagaruyung Tanah Datar juga berkeinginan bagaimana Bundo Kanduang itu eksis diluar negeri, bisa berkiprah dan membawa harum nama Ranah Minangkabau di mata dunia.

“Saya pandai menari, dengan ini saya perkenalkan budaya minang dimana saya berada, bahkan suami Saya bule Saya ajarkan menari payung, dimana di acara-acara penting di Konsulat Jenderal (Konjen) kami menari berdua,“ ucapnya dengan bahasa Minang yang khas.

Baca juga : Dikukuhkan Ketua Bundo Kanduang Sumbar, Ini Pesan Lise Eka Putra

Bundo Enny yang juga selaku moderator pada saat pertemuan secara virtual itu mengatakan pertemuan ini sebagai tidak lanjut dari pertemuan MDNG sebelumnya yang juga telah dilaksanakan.

Sementara itu Bundo Ratna BKLN dalam rundown acara MDNG Desember mendatang tersebut menyampaikan menjelang hari h 7 Desember ada acara di Kota Padang seminar bisnis dan juga ada seminar Bundo Kanduang, kemudian rombongan MDNG menuju Batusangkar Tanah Datar, mengikuti agenda Festival Pesona Minangkabau di Istano Basa Pagaruyung, penampilan fashion show pakaian adat, peragaan sumbang duo baleh dan agenda menarik lainnya. (ril/fjr)

Diberdayakan oleh Blogger.