Tarik Minat Investor ke Tanah Datar, Richi Aprian : Pemda Menyiapkan Berbagai Kemudahan

 


Batusangkar, KaToLNT - Guna menarik minat para investor untuk menanamkan investasi dan modalnya di Tanah Datar, Pemerintah Daerah telah menyiapkan berbagai kemudahan dan kebijakan terkait perizinan. 

"Investasi salah satu modal dasar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata Wakil Bupati Richi Aprian, Selasa (23/8/2022) di Emersia Hotel  Batusangkar. 

Dikatakan dia, semakin banyaknya investasi ke Tanah Datar akan menimbulkan dampak positif kepada masyarakat.

"Dampak positif investasi yang diharapkan adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah/PAD, terciptanya lapangan kerja baru, peningkatan daya beli, perbaikan infrastruktur serta peningkatan taraf perekonomian dan taraf hidup yang semakin baik," sampai Richi. 

Di kesempatan itu Richi juga menegaskan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani perizinan agar memberikan pelayanan terbaik yang prima. 

"Tunjukkan Pemkab Tanah Datar Pro Investasi dengan pelayanan prima, semoga dengan semangat, niat dan itikad baik kita semua, iklim dan minat investasi ke Tanah Datar semakin baik dan terus berdatangan," tukasnya. 

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSP Naker) Zarratul Khairi mengatakan, berdasarkan data 2021 jumlah Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) online ada sebanyak 78 LKPM yang melaporkan. 

"Sebanyak 78 LKPM terjadi penambahan investasi lebih Rp3,1 miliar, sedangkan rilis dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) hanya Rp1,7 miliar lebih, selisih ini terjadi karena LKPM pelaku perseorangan tidak dirangkum," terangnya. 

Baca juga : Serahkan Bantuan Rp25,5 Juta, Ini Pesan Eka Putra

Dikatakan Zarratul lagi, angka Rp1,7 miliar itu jauh dari angka rencana investasi pada 285 Nomor Induk Berusaha (NIB) pelaku usaha tahun 2021 yakni Rp181,5 miliar lebih. 

"Untuk tahun 2022 ini sudah jauh meningkat, sampai kondisi triwulan II terjadi penambahan investasi di Tanah Datar sebesar Rp28,5 miliar lebih dengan 77 LKPM," pungkasnya. (ril/fjr)


Diberdayakan oleh Blogger.