Paralayang TRoI Seri 3 Berakhir, TNI/Polri Landingnya di Danau?
Batusangkar, KatoLNT - Meski sempat diwarnai kecelakaan ringan yang dialami atlet paralayang asal Jawa Barat Siti Maryam Arofiqi saat sebelum landing di Lapangan Pelita Guguk Malalo,Sabtu (2/7/2022), secara keseluruhan pelaksanaan Event Paralayang Trip of Indonesia (TRoI) Seri 3 Tahun 2022 berjalan sukses.
Terkait kecelakaan ringan itu, Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Tanah Datar Herman Sugiarto mengatakan, atlet dari Jawa Barat itu landing di luar lokasi yang ditentukan.
"Siti saat landing tidak sampai ke titik yang ditentukan, sehingga ia menabrak dinding tribun. Alhamdulillah berkat kesigapan petugas kesehatan, atlet sudah ditangani dengan baik dengan kondisi cukup baik dan bagus," katanya.
Saat penutupan Event Paralayang TRoI, Minggu (3/7/2022) sore, Herman mengungkapkan secara keseluruhan acara berjalan aman, lancar dan sukses.
"Alhamdulilah, berkat dukungan semua pihak event yang diikuti 130 atlet dari 14 Provinsi Sumbar berjalan sukses, semoga tahun depan kembali bisa dilaksanakan kembali di sini," katanya.
Dikatakan dia, dalam TRoI Seri 3 terdapat 3 jenis penilaian dalam Kejuaraan Nasional tersebut, yakni Junior Putra, Junior Putri dan TNI/Polri.
"Poin utama penilaian adalah ketepatan landing atau mendarat di titik yang ditetapkan dewan juri. Kategori Junior landing di lapangan Pelita, sementara kategori TNI/Polri di landing terapung di bagian pinggir danau Singkarak," katanya.
Keluar sebagai pemuncak M. Irsyad dari Payakumbuh di kategori Junior Putra, diikuti Jordi Ansyah dan Andre Insadi di posisi 2 dan 3 yang masing-masing mewakili Sumatera Barat.
Kemudian posisi teratas kategori Junior Putri diisi seluruhnya oleh perwakilan Sumbar, mereka adalah Rika Nurhakim, Amelia Rahayu dan Lidia Mega Sari.
Kategori TNI/Polri dijuarai Riezza Muhammad Nurzaman dari Jawa Barat, Randi Irwahyudi dari Sumbar dan Yudamaisaputra perwakilan Puspotdirga.
Baca juga : Di Lima Kaum Ada Sunatan Masal Gratis, Siapa Donaturnya?
Bupati Tanah Datar diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan Abdul Hakim saat penutupan mengatakan, Pemerintah Daerah sangat mendukung event olahraga seperti paralayang.
"Event seperti tentunya mampu memberikan multiplier effect, tidak hanya promosi wisata namun juga mampu memberikan dampak ekonomi pada masyarakat setempat," katanya. (rel/fjr)
