Akhirnya Wartawan Senior Yulda Veri Pimpin PWI Tanah Datar
Batusangkar, KatoLNT - Akhirnya melalui proses pemungutan suara atau voting Yulda Veri wartawan harian haluan mampu menyisikan Candra Antoni Wartawan Posmetro untuk menjabat Ketua PWI Tanah Datar Periode 2022-2025.
Yulda Veri mampu meraih 15
suara dari 16 suara anggota PWI yang memberikan haknya, saat Konferensi Cabang
Persatuan Wartawan Indonesia (Konfercab PWI), Sabtu (2/7/2022) sore di gedung
PKK Tanah Datar di komplek Indojolito Batusangkar.
Yulda Veri dalam masa 3 tahun
ke depan, mempunyai visi untuk meningkatkan kompetensi wartawan anggota PWI
Tanah Datar.
"Insya Allah, kita akan
meningkatkan kapasitas dengan pelatihan-pelatihan, dan juga dengan Uji
Kompetensi Wartawan. Selain itu kesejahteraan anggota juga menjadi salah satu
program utama," katanya.
Sementara itu Wakil Bupati
Tanah Datar Richi Aprian, saat acara pembukaan menegaskan, tanpa peranan insan
pers tentu informasi perkembangan pembangunan tidak tersampaikan kepada
masyarakat.
Hal ini disampaikan pada
pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
Tanah Datar, Sabtu (2/7/2022) di gedung TP PKK komplek Indojolito yang turut
dihadiri Wakil Ketua DPRD Anton Yondra, Ketua PWI Sumbar Heranof Firdaus, Kadis
Kominfo Yusrizal, Kajari Tanah Datar Hardijono Sidayat, Direktur PDAM Nazwir dan
undangan lainnya.
"Pemerintah daerah
menyadari arti penting keberadaan pers sebagai salah satu pilar pembangunan,
pers mitra penting pemerintah untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat
serta fungsi kontrol sosial terhadap pemerintah," kata Richi.
Karena memiliki peran penting
itu, tambah Wabup, Ketua PWI yang terpilih nantinya harus mampu menghimpun dan
mempersatukan semua wartawan, tidak hanya tergabung dalam PWI namun juga
organisasi kewartawanan lainnya.
"Masa depan organisasi 3
tahun ke depan ditentukan hari ini, pilihlah pemimpin yang sekiranya mampu
diajak bekerjasama dan mampu berkoordinasi dengan pihak mana saja,termasuk
dengan pemerintah daerah mari kita bersinergi karena banyak hal yang bisa
disinergikan," sampai Richi.
Sementara terkait masalah
gedung ataupun dana hibah, Richi mengatakan bahwa hal itu sebenar permasalahan
yang bisa diselesaikan secara bersama-sama.
"Persoalan gedung untuk
kantor PWI dengan organisasi wartawan lainnya sejatinya bisa diselesaikan
termasuk juga bantuan dana hibah, karena Saya lihat perhatian pak Anton Yondra
yang merupakan Wakil Ketua DPRD sangat tinggi terhadap profesi ini,"
ujarnya.
Terakhir, kata Richi, selamat
melaksanakan Konfercab, semoga melahirkan pemimpin yang amanah dan terbaik
serta bisa bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mencapai masyarakat Tanah
Datar Madani yang Lebih Sejahtera.
Hal sama disampaikan Wakil
Ketua DPRD Anton Yondra, agar sesama wartawan untuk tetap kompak dan bersatu
terutama dalam menjaga marwah profesi wartawannya.
"Momentum ini juga kita
jadikan awal pemersatu kita semua, jangan ada lagi gontok-gontokan atau lapor
melapor antar sesama rekan wartawan. Tapi satukan visi, bersatu untuk kejayaan
wartawan Tanah Datar," katanya.
Ketika kita bersatu, tambah
Anton Yondra yang juga merupakan anggota PWI non aktif karena jabatan
politiknya, Insya Allah semua bantuan ataupun dana hibah bisa diperoleh.
Sementara itu Ketua PWI Sumbar
Heranof Firdaus berpesan, kepada ketua terpilih nantinya bekerja maksimal
memajukan PWI Tanah Datar.
"Dalam sebuah organisasi
pergerakannya tidak tertumpu hanya kepada ketua atau satu orang. Ketika ketua
lamban atau tidak bergerak, pengurus lain bisa menggerakkan. Dan yang
terpenting apa yang telah menjadi keputusan organisasi, harus sepakat semua
untuk melaksanakan dan mendukung," katanya.
Dikatakan Heranof lagi, PWI
harus menjaga marwah organisasi dan juga daerah, terutama terkait dalam
pemberitaan.
Baca juga : Richi Aprian Dukung UMKM di Tanah Datar untuk Terus Berkembang,
"Anggota PWI harus terus
meningkatkan kemampuan menulis dan juga memahami kode etik profesi. Dan perlu
diingat adalah dalam suatu berita juga melihat sudut pandang menjaga marwah
nama daerah. Silahkan, buat berita kasus yang sudah jelas kedudukannya atau
masuk tahap persidangan, janganlah buat berita yang baru sekedar isu, karena
tentu itu akan berdampak nama baik daerah," tukasnya. (rel/fjr)
